Bentuk Rahim Wanita Hamil itu Seperti Apa ?

Bentuk rahim wanita hamil - Setiap wanita pasti dikarunia rahim sebagai tempat janin tumbuh dan berkembang. Rahim adalah organ dalam manusia yang hanya diberikan kepada kaum hawa sebagai tempat untuk perkembangan calon buah hati. Di dalam rahim janin akan tumbuh dan berkembang dengan pesat selama 40 minggu atau 9 bulan.

Banyak orang yang bertanya - tanya, sebenarnya bentuk rahim ibu hamil itu seperti apa ? Untuk itu pada kesempatan kali ini kami akan tuliskan beberapa informasi seputar bentuk rahim wanita yang normal dan juga info mengenai posisi rahim dalam perut perempuan baik yang normal maupun yang tidak normal.

Bentuk Rahim Wanita


Bentuk rahim wanita yang normal adalah bulat lonjong seperti buah alpukat dan memiliki berat kurang lebih 30 sampai 50 gram. Meskipun hanya berbentuk kecil namun rahim telah diciptakan oleh Sang Pencipta sebagai tempat yang sangat nyaman untuk perkembangan janin. Rahim memiliki tiga alur, yaitu satu di sebelah kanan, satu di sebelah kiri dan satu di bagian bawah. Alur sebelah kanan dan kiri terhubung dengan saluran indung telur sedangkan alur bawah terhubung dengan jalan lahir. Rahim memiliki tiga bagian, yaitu :
  • Korpus uteri === badan rahim yang memiliki bentuk seperti segitiga
  • Serviks uteri === leher rahim dengan bentuk silinder
  • Kavum uteri === rongga rahim

Bentuk Rahim tidak Normal

Bentuk Rahim Wanita Hamil
source of flickr.com

Bentuk rahim tidak selamanya seperti buah alpukat. Jika ternyata rahim tidak normal bentuknya pun akan berubah menjadi lain. Beberapa bentuk rahim tidak normal antara lain adalah sebagai berikut :
  • Uterus Septus === Sebenarnya bentuk rahim dilihat dari luar masih kelihatan normal, namun dinding rahim terbelah sehingga rahim seakan terbelah menjadi dua bagian.
  • Uterus Bikornis === Rahim dengan kelainan ini seakan terbelah menjadi dua baik terlihat dari dalam maupun dari luar
  • Uterus Didelfis === Kelainan rahim ini disebut dengan rahim ganda karena rahim terlihat seperti mempunyai dua leher

Posisi Rahim Wanita yang Normal dan Abnormal


Setelah Anda mengetahui bentuk rahim yang normal, Anda kami ajak untuk membahas posisi atau letak rahim dalam perut perempuan baik rahim dengan posisi normal maupun yang tidak normal. Perlu Anda ketahui bahwa letak rahim antara perempuan satu dan lainnya tidaklah sama persis, namun ada batasan posisi rahim yang bisa dikatakan normal. Silahkan simak ulasan berikut ini untuk mengetahui lebih jelas mengenai posisi rahim ibu hamil.
[baca juga : perkembangan janin 6 bulan lengkap]

Posisi Rahim Normal


Rahim wanita normalnya terletak di tengah rongga panggul yaitu tepat di bawah pusar. Bagian belakang rahim adalah rektum sedangkan bagian depan rahim adalah kandung kemih. Fundus uteri yang terdapat pada corpus uteri mengarah ke bagian atas, jika ternyata tidak mengarah ke atas brarti posisi rahim tersebut tidak normal. Kelainan posisi rahim perempuan tidak sepenuhnya menjadi penyebab wanita sulit hamil, karena banyak dijumpai wanita dengan rahim tidak normal tapi bisa hamil dengan normal.

Ada beberapa hal yang menyebabkan rahim memiliki posisi tidak normal, antara lain adalah :
  • Otot penyangga rahim yang terlalu lemah
  • Terkena penyakit tumor atau kanker
  • Karena perlekatan
Karena terkena salah satu sebab di atas, rahim akan tertarik ke sebelah kanan atau kiri, bahkan sampai terdorong ke arah yang berlawanan.

Posisi Rahim tidak Normal


Ada beberapa posisi rahim yang digolongkan tidak normal. Berikut ulasannya :

1. Hyperretrofleksi


Hyperretrofleksi adalah posisi rahim terlalu ke belakang yang disebabkan oleh dorongan, perlekatan dan ketidak labilan gerak rahim. Hyperretrofleksi yang disebabkan oleh dorongan bisa terjadi karena rahim terdorong oleh penyakit, salah satunya adalah tumor. Hyperretrofleksi yang disebabkan oleh gerak labil umumnya terjadi ketika wanita menjalani persalinan. Hyperretrofleksi yang disebabkan oleh perlekatan umumnya disebabkan oleh infeksi yang merusakkan jaringan sekitar rahim rusak dan menarik rahim. 

Hyperretrofleksi bisa berdampak kurang nyaman, yaitu nyeri saat BAB, nyeri saat bercinta dan susah buang air kecil. Selain itu Hyperretrofleksi juga menghalangi masuknya $perm@ masuk ke dalam rahim sehingga menghambat kehamilan. Adapun penanganan yang dilakukan oleh pihak medis untuk menangani masalah ini adalah dengan tindakan operasi.
[baca juga : tanda tanda keguguran hamil muda]

2. Perut Gantung


Adalah kelainan rahim dimana letak rahim terlalu menonjol ke bagian depan. Pada umumnya kelainan rahim ini terjadi pada kaum wanita yang sering melahirkan. Karena sering melahirkan akhirnya otot perut dan jaringan ikat rahim mengendur dan membuat rahim menonjol ke depan. Kelainan rahim ini sangat jelas terlihat pada ibu hamil yang memiliki perut lebih condong ke depan sehingga disebut dengan perut gantung. Kelainan rahim ini tidak berbahaya, hanya saja saat kontraksi jelang persalinan biasanya kurang begitu bagus dan persalinan berlangsung agak lama.

3. Prolapsus Uteri


Yaitu kelainan rahim dimana letak rahim terlalu melorot ke bawah. Penyebab kelainan rahim ini antara lain adalah :
  • Jaringan ikat rongga panggul yang terlalu lemah
  • Penanganan persalinan yang kurang terampil
Prolapsus Uteri bisa diketahui dengan adanya tonjolan di bagian depan v@g!na yang sedikit mengganggu aktifitas terutama ketika berjalan. Prolapsus Uteri sering dialami oleh wanita yang sering melahirkan dan wanita yang sudah menopouse. Sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk menangani masalah ini karena jika tidak segera mendapat penanganan maka bisa menyebabkan luka akibat bergesekan dengan celana.

4. Inversio Uteri


Adalah kelainan letak rahim dimana rahim terbalik ke bawah. Penyebab kelainan ini adalah kesalahan penanganan persalinan yanitu tali pusat bayi yang telah ditarik padahal belum terjadi kontraksi asli. Inversio Uteri bisa mengakibatkan pendarahan yang banyak dan tak kunjung henti serta nyeri rahim yang sangat sakit. Apabila wanita yang mengalami Inversio Uteri tidak segera mendapat penanganan yang tepat bisa berakhir dengan kematian.

Tindakan medis yang harus segera dilakukan adalah membalik posisi rahim seperti sedia kala. Apabila tidak dilakukan penanganan tersebut bisa mengakibatkan masalah kesehatan seperti inversio menahun. Jika sampai terlambat mendapat penanganan maka langkah tepat untuk menanganinya adalah dengan melakukan pengangkatan rahim.

Bentuk rahim wanita hamil dan informasi terkait yang telah kami tulis di atas semoga bisa menjadi pelengkap informasi kesehatan Anda. Terima kasih telah berkunjung ke blog sederhana ini..

2 komentar

terima kasih informasinya .. kebetulan sodara saya lagi hamil, harus sering sering cek nih.

==> Silahkan berkomentar dengan sopan dan sesuai topik
==> Mohon maaf komentar spam tidak akan dipublish

Tanda Hamil

Blog seputar kehamilan, meliputi cara cepat hamil,tanda hamil, perawatan kehamilan dan keluhan kehamilan

 
About - Contact Us - TOS - Disclaimer - Privacy Policy - Daftar Isi
Back To Top