Akibat Stress pada Ibu Hamil dan Janin

Pikiran stress pasti dialami oleh semua orang tak terkecuali ibu hamil. Akibat stress pada ibu hamil dan janin perlu diwaspadai, jika ibu hamil tidak dapat mengelola stress dengan baik maka efek negatifnya akan mengenai dirinya sendiri maupun janin dalam kandungannya. Entah apapun yang membuat pikiran stress sebaiknya ibu hamil dapat menyikapinya dengan bijak agar tidak mengganggu kehamilannya.

Stress yang terlalu berlebihan membuat mood ibu hamil menjadi kacau, akibatnya nafsu makan menurun. Kalau nafsu makan sudah turun maka akan muncul berbagai macam masalah kesehatan, janin pun ikut menanggung akibat buruknya karena asupan nutrisi yang didapatnya tidak sempurna. Oleh sebab itu, ibu hamil harus pandai pandai menyikapi semua masalah yang muncul agar tidak sampai stress berlebihan.

Akibat Stress pada Ibu Hamil


akibat-stress-pada-ibu-hamil-dan-janin
image from pixabay

Apapun masalah yang menimpa Anda sebaiknya jangan dipikir sendiri, ajak suami untuk ikut menyelesaikannya sehingga pikiran Anda tidak terlalu terbebani. Stress ketika sedang hamil dapat mengakibatkan berbagai macam masalah kehamilan bahkan bisa mengakibatkan keguguran jika tidak dikelola dengan baik. Berikut ini adalah akibat stress pada ibu hamil dan janin :

1. Mengakibatkan keguguran


Masak sih pikiran stress bisa menyebabkan keguguran ? iya, memang begitulah kenyataannya. Ibu hamil yang mengalami stress berlebihan, tubuhnya akan mengeluarkan hormon kortisol yang dapat mengganggu otak janin apabila masuk ke dalam plasenta. Tak hanya itu, stress berlebih bisa juga menjadi pemicu preeklampsia. Itulah yang dapat memicu terjadinya keguguran kandungan.

Hormon kortisol itu mempunyai fungsi mengatur kapan waktu persalinan tiba, jika sudah muncul sebelum waktunya maka bisa menyebabkan keguguran atau kelahiran prematur. Maka dari itu usahakan untuk rileks dalam menghadapi semua masalah, jangan sampai stress.
baca juga : hal yang tidak boleh dilakukan saat hamil

2. Meningkatkan resiko alergi bayi


Tak hanya dapat mengganggu otak janin, hormon kortisol yang masuk ke dalam plasenta juga dapat meningkatkan resiko alergi pada bayi kelak setelah ia lahir ke dunia. Janin yang menyerap hormon kortisol mempunyai resiko terkena alergi lebih tinggi daripada janin yang tidak menyerap hormon kortisol.

3. Mempengaruhi perkembangan otak janin


Seperti yang telah kami jelaskan di atas bahwa pikiran stress yang dialami ibu hamil yang tidak dikelola dengan baik bisa memunculkan hormon kortisol sehingga dapat mengganggu perkembangan otak jika sampai masuk ke plasenta. Maka dari itu Anda perlu mewaspadai akibat stress bagi ibu hamil dan janin.

4. Nutrisi tidak dapat diterima janin dengan baik


Selama masih dalam kandungan janin hanya bergantung pada ibu, apabila ibu tidak dapat menyalurkan nutrisi ke janin dengan baik maka tumbuh kembang janin akan terhambat. Sebagaimana kita tahu bahwa asupan nutrisi dapat diterima oleh janin melalui aliran darah ibu, jika aliran darah terganggu janin pun tidak dapat menerima asupan nutrisi dengan baik.

Ketika ibu hamil mengalami stress maka tubuh mengeluarkan hormon norepinephrine dan hormon epinephrine. Kedua hormon ini dapat mengganggu kinerja pembuluh darah sehingga nutrisi yang diterima oleh janin terhambat. Efek negatif yang dialami oleh janin jika kurang asupan nutrisi adalah tumbuh kembangnya tidak sempurna.

Selain terhambatnya asupan nutrisi, oksigen yang seharusnya diterima oleh janin melalui ibu hamil pun juga terhambat. Hal ini terjadi karena oksigen bisa diterima oleh janin juga melalui aliran darah. Akibat stress pada ibu hamil dan janin tersebut tidak akan terjadi jika anda dapat mengelola stress dengan baik.

Tips Agar tidak Stress Saat Hamil


Oleh karena banyak efek negatif yang diakibatkan stress saat hamil maka sebisa mungkin ibu hamil harus berusaha untuk menghindari stress. Kecamuk pikiran yang memberatkan sebisa mungkin untuk diredam agar tidak sampai stress berat. Di bawah ini adalah tips sederhana yang bisa dilakukan untuk menghindari stress :

Olahraga Ringan


Olahraga terbukti sangat efektif untuk menyegarkan kembali pikiran penat ketika sedang hamil. Tak hanya menyegarkan pikiran, olahraga juga dapat membuat badan jadi lebih fresh, segar dan bugar. Namun bunda harus hati hati, jangan sembarangan dalam memilih jenis olahraga karena beberapa jenis olahraga kurang begitu aman  untuk ibu hamil. Info lengkap mengenai olahraga yang cocok buat ibu hamil bisa Anda baca pada OLAHRAGA YANG AMAN UNTUK IBU HAMIL

Senam Kehamilan


Senam merupakan salah satu dari sekian banyak jenis olahraga yang ada. Senam yang paling cocok untuk dilakoni ibu hamil adalah senam pernapasan, yoga dan lain sejenisnya. Dengan melakukan gerakan senam hamil pikiran akan menjadi lebih tenang dan tidak stress. Sebelum Anda memutuskan untuk senam, sebaiknya konsultasi dulu ke dokter guna memastikan kondisi kesehatan Anda.

Istirahat Cukup


Aktivitas sehari hari yang begitu padat membuat pikiran penat. Jika tidak dibarengi istirahat cukup bisa membuat pikiran menjadi stress. Belum lagi rasa letih dan lelah selama kehamilan yang muncul di awal masa kehamilan, kalau istirahat tidak cukup bukan hanya pikiran yang terganggu tapi kesehatan  badan pun juga dapat terganggu.

Selain istirahat yang cukup, menerapkan pola hidup sehat dan refreshing juga sangat baik untuk menghilangkan pikiran jenuh. Ketika pikiran sedang stress cobalah ajak anggota keluarga untuk pergi ke satu tempat yang menyenangkan sambil bersendau gurau sekedar untuk mengobati beban berat di dalam pikiran.

Itulah akibat stress pada ibu hamil dan janin serta tips pencegahan yang dapat kami sampaikan. Semoga artikel yang kami tulis ini bermanfaat bagi Anda.

==> Silahkan berkomentar dengan sopan dan sesuai topik
==> Mohon maaf komentar spam tidak akan dipublish

Tanda Hamil

Blog seputar kehamilan, meliputi cara cepat hamil,tanda hamil, perawatan kehamilan dan keluhan kehamilan

 
About - Contact Us - TOS - Disclaimer - Privacy Policy - Daftar Isi
Back To Top