Bolehkah Ibu Hamil Menyusui ?

Mungkin Anda adalah salah satu orang yang bertanya bolehkah ibu hamil menyusui ? Hal itu mungkin terjadi di saat si kecil belum disapih tapi ternyata tes kehamilan sudah menunjukkan positif hamil.

Mitos menyusui saat hamil yang dikaitkan degan kecukupan nutrisi bagi janin dalam kandungan membuat ibu hamil khawatir, jangan-jangan memang benar kabar yang banyak tersebar itu.

Daripada hati terus bertanya-tanya, silahkan Anda baca artikel ini hingga selesai karena dalam artikel ini akan dibahas beberapa hal terkait dengan menyusui saat hamil termasuk tanda hamil saat menyusui (kesundulan).

Bolehkah Ibu Hamil Menyusui
Ilustrasi (sumber : pixabay.com)

Bolehkah ibu hamil menyusui menurut Islam ?


Di dalam ajaran Islam tidak ada larangan menyusui saat hamil. Ibu hamil boleh saja menyusui si kecil meski di dalam perutnya sudah ada bayi lagi. Untuk mendapatkan kecukupan nutrisi sebaiknya si kecil diberi tambahan susu formula dan makanan bergizi.

Menyusui Saat Sedang Hamil, Kenapa Tidak ?


Mengapa Anda harus berhenti menyusui sang buah hati saat test pack sudah menunjukkan positif hamil ? Banyak kok ibu hamil yang menyusui anaknya di saat dirinya sedang hamil. Bahkan ada yang menyusui kedua anaknya sekaligus nyatanya tetap sehat wal afiat.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa ibu hamil haus tetap menyusui sang buah hati meski sedang hamil :

1. ASI sangat dibutuhkan oleh anak

Anjuran yang dicanangkan oleh American Academy of Pediatrics, setiap ibu yang sedang menyusui, sebaiknya tetap menyusui anaknya dengan ASI minimal sampai usia anak 1 tahun. Sedangkan anjuran dari WHO, sebaiknya ibu menyusui anaknya sampai usia 2 tahun.

2. Si sulung cepat beradaptasi

Dengan menyusui saat hamil maka si kakak akan cepat beradaptasi dengan hadirnya adik baru yang masih di dalam perut. Untuk itu, jika Anda masih bertanya bolehkah ibu hamil menyusui ? Jawab : tentu boleh asalkan tidak ada tanda-tanda mencurigakan tentang kesehatan kehamilan.

3. Ibu hamil bisa istirahat

Ketika Anda sedang menyusui anak maka tubuh bisa beristirahat. Si kakak yang saat ini sudah masuk usia balita tentu menguras tenaga Anda setelah seharian menjaganya.

Apakah Nutrisi Ibu Hamil Menyusui Tercukupi ?


Anda tidak perlu khawatir jabang bayi yang ada di dalam kandungan mengalami kekurangan nutrisi karena Tuhan telah menganugerahkan sistem tubuh yang sangat ajaib.

Silakan ikuti kata tubuh Anda. Apabila perut lapar, silakan makan yang bergizi dan minumlah jika merasa haus. Silakan konsumsi makanan untuk ibu hamil dan menyusui yang dianjurkan oleh ahli. (silakan baca : makanan yang harus dikonsumsi oleh ibu hamil)

Perubahan apa yang akan terjadi pada ibu hamil menyusui ?


Apabila ibu hamil sambil menyusui sang buah hati maka kemungkinan akan muncul beberapa perubahan antara lain adalah sebagai berikut :

1. Put!ng menjadi lembek
2. Produksi air susu (ASI) mengalami sedikit penurunan
3. Rasa ASI sedikit berubah sampai beberapa hari pasca persalinan.

Apakah stimulasi put!ng bisa menyebabkan masalah persalinan prematur ?

Pertanyaan inilah yang kerap disampaikan oleh beberapa ibu hamil karena adanya rasa khawatir yang menyelimuti hati sehingga mereka tak ingin menyusui si sulung lagi. Apakah anggapan itu benar ?

Perlu Anda ketahui bahwa stimulasi put!ng bisa merangs@ng hormon oksitoksin yang dapat merangs@ng produksi air susu (ASI). Di lain sisi, hormon ini juga dapat menyebabkan kontraksi rahim.

Namun demikian, Anda tidak perlu takut karena dalam kondisi normal, hormon oksitoksin tidak sampai membuat kontraksi persalinan. Kecuali pada ibu hamil yang mengalami masalah kehamilan hingga beresiko kehamilan prematur atau ibu hamil yang bedrest.

Sekian, semoga ulasan tentang bolehkah ibu hamil menyusui ini bermanfaat bagi pembaca. Salam

==> Silahkan berkomentar dengan sopan dan sesuai topik
==> Mohon maaf komentar spam tidak akan dipublish

Tanda Hamil

Blog seputar kehamilan, meliputi cara cepat hamil,tanda hamil, perawatan kehamilan dan keluhan kehamilan

 
About - Contact Us - TOS - Disclaimer - Privacy Policy - Daftar Isi
Back To Top