Ibu Menyusui Makan Jengkol, Bolehkah ?

Ibu Menyusui Makan Jengkol - Setelah sekian lama menjalani kehamilan, perjalanan panjang sang ibu untuk merawat sang buah hati masuk pada babak baru. Banyak hal membuat hati ragu, salah satunya tentang ibu hamil makan jengkol, berbahayakah ?

Memang, pada saat ibu sedang menyusui sang buah hati, ada beberapa makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari. Makan jengkol dan pete saat menyusui menyisakan rasa khawatir jangan-jangan bisa mengakibatkan hal buruk pada si kecil.

Tak dipungkiri, jengkol adalah makanan yang sangat lezat meski baunya tidak sedap. Untuk mendapatkan sensasi masakan jengkol yang begitu nikmat biasanya jengkol dimasak pedas. Namun, bolehkah ibu hamil makan pedas dan minum es ? Untuk mendapatkan jawabannya, silakan simak ulasan berikut ini sampai selesai.

Ibu Menyusui Makan Jengkol
(foto : wikipedia.org)

Bolehkah ibu menyusui makan jengkol ?


Salah satu pengaruh jengkol pada wanita menyusui adalah bau mulut dan urine yang tidak begitu enak. Terkait dengan kandungan zat pada jengkol, jengkol justru mengandung beberapa nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, diantaranya adalah protein, kalsium, zat besi, fosfor dan vitamin.

Manfaat Ibu Menyusui Makan Jengkol ?


Oleh karena banyak mengandung nutrisi maka jengkol jengkol dapat memberikan banyak manfaat antara lain adalah sebagai berikut :

1. Protein

Jengkol mengandung protein yang cukup tinggi sehingga dapat membantu proses pembentukan organ dalam. Meski baunya tak sedap namun jengkol memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dari kacang hijau.

2. Zat besi

Selain mengandung protein, jengkol juga mengandung zat besi sehingga sangat cocok untuk mengatasi anemia pada wanita menyusui. Sel darah merah yang normal dibutuhkan oleh wanita menyusui untuk mengedarkan oksigen dan darah ke seluruh bagian tubuh.

3. Fosfor

Jengkol juga mengandung forfor yang berkhasiat untuk membantu menjaga kesehatan tulang dan gigi  ibu dan anak. Dengan demikian makan jengkol bagi ibu menyusui dapat memberikan manfaat yang cukup baik.

4. Vitamin

Selain kandungan nutrisi tersebut di atas, jengkol juga mengandung vitamin A dan vitamin C yang berperan sebagai antioksidan sehingga mampu mencegah radikal bebas.

Bahaya Jengkol Bagi Ibu Menyusui


Selain melihat manfaat jengkol tersebut di atas, Anda juga perlu memperhatikan efek samping yang bisa disebabkan karena makan jengkol. Jengkol yang dikonsumsi dalam jumlah banyak bisa menyebabkan dampak negatif karena jengkol mengandung asam jengkolat.

Apabila terlalu banyak masuk ke dalam tubuh, asam jengkolat ini bisa mengakibatkan masalah pada organ ginjal karena sifat dari asam ini adalah susah larut dalam air.

Asam jengkolat yang mengendap di ginjal bisa menyebabkan masalah ginjal dan batu ginjal sehingga berbahaya bagi ibu menyusui maupun semua orang pada umumnya. Batas aman makan jengkol per hari adalah 3 hingga 10 gram saja.

Ibu Menyusui Makan Jengkol, Amankah ?


Apakah ibu menyusui boleh makan jengkol ? Boleh karena jengkol mengandung banyak nutrisi yang telah kami sampaikan di atas. Terlebih lagi protein dan zat besi yang berguna untuk membantu produksi ASI.

Tak hanya ibu menyusui, ibu hamil pun aman makan jengkol asalkan tidak dimakan dalam jumlah berlebihan. Info selengkapnya silakan baca : bolehkah ibu hamil makan jengkol mentah ?

Apabila bunda khawatir ASI menjadi bau, coba perhatikan reaksi bayi. Apabila bayi biasa saja maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan tapi jika bayi bereaksi aneh sebaiknya jangan makan jengkol dulu.

Kesimpulan

Apakah boleh ibu menyusui makan jengkol ? Bagi yang suka makan jengkol tak perlu ragu karena makan jengkol boleh boleh saja. Kandungan nutrisi jengkol malah dibutuhkan oleh ibu hamil dan ibu menyusui.

Jadi makan jengkol bagi ibu hamil dan ibu menyusui itu aman asalkan tidak dimakan dalam jumlah terlalu banyak. Sekian info yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

==> Silahkan berkomentar dengan sopan dan sesuai topik
==> Mohon maaf komentar spam tidak akan dipublish

Tanda Hamil

Blog seputar kehamilan, meliputi cara cepat hamil,tanda hamil, perawatan kehamilan dan keluhan kehamilan

 
About - Contact Us - TOS - Disclaimer - Privacy Policy - Daftar Isi
Back To Top